PENUGASAN 2 OKK DINAMIKA

Akhir-akhir ini kita sering mendengar banyak sekali konspirasi-konspirasi yang bermunculan tentang kasus Covid-19 ini di banyak platform media sosial. Salah satu yang menjadi sorotan terkait hal tersebut di Indonesia adalah seorang Jerinx SID yang sangat percaya akan adanya kasus Covid-19 ini adalah akibat elite global. Hal ini banyak mengundang perhatian netizen terutama di Indonesia. Bagaimana tanggapan kalian seputar hal ini? bukankah Indonesia mengindahkan demokrasi, namun nyatanya kebebasan berpendapat dibungkam dengan adanya UU ite? Lalu, langkah apa yang akan kalian lakukan sebagai warga sipil di Indonesia menanggapi hal tersebut melalui banyak platform media sosial.

Berbicara mengenai demokrasi di Indonesia, saat ini banyak kontoversinya. Banyak orang yang takut menyuarakan pendapatnya hanya karena takut terjerat pasal-pasal yang ditentukan. Sebagai agent of change menyikapi hal seperti ini bisa dengan cara sederhana. Kira perlu memperbanyak wawasan terlebih dahulu jika kita ingin menyuarakan pendapat terkait suatu kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah. Karena yang kita tau dalam teori perumusan kebijakan ada dua pendekatan dalam merumuskan kebijakan yaitu pendekatan elitis dan populis, dimana pendekatan populis merupakan kebijakan yang dirumuskan untuk menguntungkan masyarakat atau memprioritaskan masyarakat dan pendekatan elitis merupakan kebijakan yang dirumuskan untuk menguntungkan sebagian masyarakat atau berpihak kepada mayoritas.

Yang kedua jika kita sudah mengumpulkan berbagai argument dan siap untuk menyuarakan baru kita mancari masa untuk memperkuat argument kita. Jika takut melalui platform atau media massa karena takut salah berbicara dan terjerat UU ITE, maka kita bisa memaparkan argument dengan cara demo. Pemamaparan argument tersebut tidak langsung terjun ke pihak atasan bisa ke lembaga daerah seperti DPRD daerah masih masing, kalau bahasa gaulnya sih “DEMO”, nah tapi ada plus minusnya nih jika kita mengadakan demo, banyak instansi yang menyangkut pautkan kemarahan mahasiswa dalam kegiatan politiknya alias dengan campur tangan orang ketiga. Maka dari itu harus benar-benar memfilter jika memang kita mau menyuarakan pendapat dengan demo. Perlu diingat bahwa tujuan utama demo bukan untuk menyerang, tapi untuk menyuarakan pendapat. Jadi be smart people dear…..

KELOMPOK IR SOEKARNO 

UNIVERSITAS DINAMIKA 

- Achmad Falih

- Agung Surya

- Faizal Arya Wiranata

- Febi Wulan Romadhoni

- Frisco Ramadhany

- Muhammad Rafly Ardiansyah

- Muhammad Alif Firdaus Arizona

- Muhammad Hamzah Nur Khowarizmi

- Muhammad Farid Alif Prasetyo

- Melati Mahandani Mintarum

- Randik Rosyadi Mujayanto



Komentar